Terjaring Razia, Puluhan Pelajar Dihukum Bersihkan Lingkungan Pemkab Tegal

SLAWI, smpantura – Puluhan pelajar yang terjaring razia Satpol PP Kabupaten Tegal saat jam sekolah di tempat wisata, dihukum untuk membersihkan sampah di halaman Pemkab Tegal, Kamis (24/11). Mereka juga digiring ke mushola Satpol PP untuk sholat zduhur berjamaah.

Puluhan pelajar yang berasal dari wilayah Kabupaten Tegal dan kabupaten tetangga itu, terjaring razia di Bendungan Danawarih, Kecamatan Balapulang. Mereka kedapatan bolos sekolah karena terjaring saat jam sekolah. Saat penggeledahan, tidak ditemukan barang-barang yang berbahaya dan terlarang. Usai dilakukan pendataan, para pelajar diminta untuk membersihkan halaman Pemkab Tegal.

“Hanya sanksi ringan untuk membersihkan halaman. Ini sebagai upaya untuk efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Kasatpol PP Kabupaten Tegal, Supriyadi.

Dikatakan, razia pelajar saat jam sekolah merupakan kegiatan rutin untuk menjaga ketertiban umum. Selain itu, juga untuk mengantisipasi maraknya tawuran pelajaran yang kerap memakan korban. Oleh karena itu, pihaknya juga menggeledah barang bawaannya. Namun, dalam tas pelajar tidak ditemukan barang-barang yang berbahaya.

BACA JUGA :  Pemalang Turnament Open, Lemkari Tegal Rangking 4 Se-Jateng

“Kami berhasil menjaring 21 pelajar. Kami berikan pembinaan dan dikembalikan ke orangtuanya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pelajar yang terjaring didata lengkap beserta nomor orangtuanya. Mereka tidak hanya dilaporkan ke Bupati Tegal, namun juga dilaporkan ke dinas terkait. Selain itu, Satpol PP juga akan memberitahukan ke sekolah asal dan orangtua siswa. Para pelajar membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami minta pelajar untuk berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Jika kedapatan masih bolos sekolah, maka akan mendapatkan sanksi lebih berat,” tegasnya.

Ditambahkan, tim razia Satpol PP sudah beberapa kali melakukan razia, utamanya untuk pelajar SLTP dan SLTA. Namun, kali ini razia pelajar mendapatkan lebih banyak dibandingkan razia sebelumnya. Kasatpol berpesan agar para pelajar mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar. Pasalnya, jika masa muda tidak dipergunakan untuk hal-hal positif, maka akan berpengaruh ke masa mendatang.

“Kami juga meminta kepada para pelajar untuk menghindari tawuran, karena sudah banyak korban atas perilaku tersebut,” pungkasnya. (T05-Red)

Scroll to top
error: