“Ya, kita situasional, kita kan satu mobil komando. Nanti teman-teman yang di bawah satu orang membawahi berapa kelompok, nanti itu yang akan menjadi pengendali massa. Harapannya jangan sampai menutup jalan agar situasi tetap kondusif, aman, tertib dan tidak mengganggu siapapun,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Riswanto mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat bahwa pada tanggal 16 Oktober 2024 nanti, para nelayan akan menggelar aksi.
“Ini murni tidak ada kepentingan, tidak ada tendensi apa-apa. Kami menyampaikan aspirasi ini karena permasahalan ini sudah lama namun solusinya adalah solusi jangka pendek yang kami terima, yang pada akhirnya momen tahun ini pas dengan tahun pilkada, maka kami pastikan tidak ada tepengaruh dengan situasi politik maupun Pilkada,” pungkasnya. (**)