Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, mengatakan, gerakan Kencan Bumil di harapkan bisa menyasar hingga seluruh masyarakat Jawa Tengah. Sehingga upaya mencegah angka kematian bayi dan ibu hamil bisa berjalan maksimal.
“Marilah kita jadikan momentum HKG PKK ke-54 ini sebagai titik balik untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan,”harap Ning Nawal, sapaan akrabnya.
Angka Kematian
Menurutnya, tiap tahun angka kematian bayi dan ibu hamil di Jateng memang selalu turun. Tahun 2024 angkanya 427,tahun 2025 turun menjadi 337. Tetapi upaya meminimalkan harus terus di lakukan karena masih ada ratusan bayi dan ibu hamil yang menjadi korban.
Karenanya, launching Kencan Bumil dan SIM PKK Provinsi Jawa Tengah merupakan momen untuk menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan isu-isu strategis terkait penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Dalam menjaga ketahanan ibu hamil, kata Bawak, PKK Provinsi Jawa Tengah akan fokus pada tiga hal. Yaitu penjangkauan, peningkatan pengetahuan, dan pendampingan.
“Bagaimana AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) ini harus kita kawal supaya angkanya tidak tinggi di Provinsi Jawa Tengah ini. Sehingga tiga hal ini yang kemudian menjadi fokus di dampingi pada waktu hamil. Satu kader (PKK) satu ibu hamil,” katanya.
Pendampingan
Kader PKK juga akan mendampingi ibu hamil sampai dengan tahapan pasca nifas dan pengurusan administrasi. Oleh karenanya, di perlukan kolaborasi berbagai unsur yang akan mengawal kesehatan ibu hamil di Jawa Tengah.
“Ini sifatnya kolaboratif. Jadi yang pertama adalah kader-kader kesehatan. Kemudian yang kedua adalah kader pos kesehatan, yang ketiga adalah kader-kader PKK. Tiga kader-kader ini yang kemudian nanti akan berkolaborasi mengawal kesehatan ibu hamil ini,” ujarnya.



