BREBES, smpantura – Sepekan setelah banjir melanda Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, warga masih menunggu tambahan alat berat dari Pemkab Brebes untuk penanganan pascabanjir.
Saat ini, hanya satu alat berat yang saat ini di gunakan untuk normalisasi dan penyodetan aliran Sungai Keruh.
Bejo, salah satu korban banjir, mengaku kondisi ini membuat proses pembersihan dan pengerukan sungai berjalan lambat.“Sudah sepekan hanya satu alat berat yang bekerja. Padahal Bupati saat meninjau lokasi pekan lalu sudah memerintahkan penambahan, tapi sampai hari ini belum datang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Rumah Bejo dan tetangganya mengalami kerusakan parah. Sebagian bangunan menggantung di atas aliran sungai akibat tergerus banjir, bahkan ada rumah yang roboh dan hanyut terbawa arus.“Lahan yang kami tempati ini bukan tanah bantaran sungai, tapi tanah hak milik,” tegas Bejo.
Warga berharap minimal ada tambahan satu unit alat berat lagi agar proses penyodetan sungai dapat berjalan maksimal.
Material hasil pengerukan juga di usulkan di pakai untuk memperkuat tanggul sekitar hunian. Selain itu, mereka mengusulkan pembangunan tanggul permanen untuk mencegah banjir susulan. (**)


