Brebes  

175 Ribu Ha Lahan di Brebes Berpotensi Alami Kekeringan

Prakirawan BMKG Tegal, Khanifan Setiawan menjelaskan, awal musim kemarau di Brebes diperkirakan dimulai Mei 2026 dengan puncak pada Agustus. Curah hujan pada periode Mei hingga Juli diperkirakan berada di bawah normal.

Di sisi lain, lanjut dia, juga berpotensi muncul fenomena El Nino. Fenomena itu bisa menyebabkan berkurangnya curah hujan.

“Bahkan jika kuat seperti yang disebut ‘El Nino Godzilla’, dampaknya bisa sangat luas, mulai dari kekeringan hingga krisis pangan,” paparnya

Menurut dia, pola musim saat ini sudah tidak bisa diprediksi seperti dulu. Itu karena pengaruh faktor global.

BACA JUGA :  Hunian Sementara Korban Tanah Bergerak di Sirampog Brebes Mulai Dibangun

“Dulu musim kemarau bisa diperkirakan dengan pola tetap, tapi sekarang tidak bisa lagi jadi patokan karena adanya perubahan iklim global,” terangnya.

Sekda Brebes Tahroni mengatakan, kebencanaan harus dihadapi secara bersama-sama dengan pendekatan mitigasi yang kuat. Pemerintah harus mampu melakukan mitigasi dan mengetahui sejak dini informasi kebencanaan. Pihaknya menekankan nilai kemanusiaan dalam penanganan bencana.

“Teman-teman BPBD ini setiap hari menolong orang, ini kerja yang sangat mulia,” pungkasnya. (**)