BREBES, smpantura – Sekitar 175 ribu hektare (Ha) lahan di Kabupaten Brebes berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau tahun 2026. Sementara itu BMKG Tegal memperkirakan puncak musim kemarau di Kota Bawang terjadi pada Agustus mendatang.
Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kebencanaan yang di laksanakan Pemkab Brebes, kemarin.
Data BPBD menyebutkan, dari luas lahan 175 ribu Ha yang berpotensi kekeringan saat kemaru, tersebar 17 kecamatan. Selain berdampak pada lahan, musim kemarau juga rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak 10 kecamatan di Brebes masuk dalam peta daerah rawan kebakaran hutan dan lahah. Dari jumlah itu, 5 kecamatan masuk kategori tinggi dan 5 lainnya sedang.
Droping Air
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Wibowo Budi Santoso mengatakan, berbagai langkah strategis telah di siapkan untuk menghadapi bencana saar musim kemarau. Pihaknya juga sudah menyiapkan rencana operasi.
“Yakni, mulai dari pendataan wilayah rawan, sosialisasi, hingga dropping air bersih ke masyarakat terdampak,” ujarnya.
Dari sisi kesiapan, lanjut dia, berbagai unsur telah di siagakan. Termasuk, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Peralatan penanganan bencana seperti truk tangki, mobil damkar, hingga pompa pemadam juga telah di persiapkan. PDAM pun siap mendukung distribusi air bersih melalui koordinasi satu pintu BPBD.Meski demikian, sejumlah kendala masih di hadapi. Seperti lokasi sumber air yang jauh dan keterbatasan tampungan air di desa.
“Ini yang menjadi tantangan kita bersama. Sehingga koordinasi lintas sektor sangat penting,” katanya.



