“Beruntung, banyak pembangunan hotel-hotel baru, yang juga penuh pada saat peringatan Waisak Nasional. Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial pengabdian bagi kesejahteraan rakyat,” urainya.
Rangkaian
Hartati menambahkan, rangkaian kegiatan Peringatan Waisak 2570, di antaranya pengobatan gratis 7.000 lebih pasien. Prosesi pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung, dan api abadi di Mrapen, Grobogan.
Lalu acara Dharma Santi Waisak pada 31 Mei 2026 pukul 19.00 sampai dengan pukul 22.00 WIB. Di lanjutkan pelepasan 2.570 lentera Waisak ke udara sebagai simbol peringatan Tri Suci Waisak 2570.
Dalam sambutannya, Wapres Gibran mengatakan Perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian. Menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.
Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan, dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” katanya.
Para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir antara lain, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana. (**)



