213 Kejadian Bencana Landa Brebes di 2022

  • Bupati Cek Kesiapan Personel dan Alat

BREBES, smpantura – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat, selama tshun 2022 telah terjadi sebanyak 213 kejadian bencana alam di wilayahnya. Kejadian itu mayoritas bencana alam banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Nushy Manshur, saat mendampingi Bupati Brebes Idza Priyanti mengecek kesiapan personel dan peralatan tanggap darurar bencana, dalam apel kesiapsiagaan bencana alam di lapangan Asri Bumiayu, kemarin.

“Sejak Januari hingga Oktober 2022 ini, kami mencatat ada sebanyak 213 kejadian bencana alam di Brebes. Sedangkan selama tahun 2021 lalu, tercatat ada 224 kejadian. Bencana alam ini didominasi tanah longsor, banji dan angin puting beliung,” ungkap Nushy Mansyur.

Dia mengatakan, meskipun peralatan dan personil tanggap bencana sudah disiapkan, tetapi kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga setempat dalam menghadapi bencana lebih utama. Adanya kesiapsiagaan warga, maka segala bentuk dampak bencana bisa diminimalisir. Di musim penghujan kali ini, sudah menimbulkan bencana di beberapa wilayah Brebes dan mayiritas di wilayah Brebes bagian selatan. “Artinya, harus kita bangun dan kuatkan sinegritas antarpemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan bencana dan peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kades Kalijurang Minta BLT Digunakan Untuk Pemenuhan Gizi Anak

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, apel akbar itu berfungsi sebagai kontrol atas kesiapan dan keberadaan sumber daya manusia serta peralatan penanggulangan bencana. Sebab bencana hidro-meteo-rologi dapat terjadi sewaktu-waktu, maka bisa siap setiap saat ketika dibutuhkan. Merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tentang kemungkinan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah indonesia masih akan terjadi. Dikarenakan akibat tingginya curah hujan di bulan September sampai Desember bahkan sampai awal tahun depan.

Fenomena ini, lanjut dia, terbukti telah terjadi khususnya di wilayah selatan Kabupaten Brebes akhir-akhir ini. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan bencana longsor dan tanah bergerak, di desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, termasuk wilayah sekitar yang merupakan dataran tinggi pegunungan dan perbukitan. “Meskipun bencana tersebut tidak kita harapkan, namun kita harus terus dan tetap siap siaga serta selalu waspada, apabila sewaktu-waktu bencana terjadi,” ungkapnya.

Bupati berharap, tidak hanya BPBD yang bertindak, namun partisipasi seluruh pihak untuk turut berperan serta menghadapi kemungkinan terjadinya potensi ancaman bencana. Edukasi dan latihan kesiapsiagaan harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemangku kepentingan. (T07_red)

Scroll to top
error: