4.064 Warga Brebes Positif TBC

460 Di antaranya Anak-anak

BREBES, smpantura – Sebanyak 4.064 warga di Kabupaten Brebes ternotifikasi positif tertular Tuberculosis (TBC). Bahkan, dari jumlah itu, sebanyak 460 penderita di antaranya berstatus anak-anak.

Hal itu terungkap dalam Press Conference Pernyataan Bersama Optimalisasi Penemuan Kasus dan Komitmen Penanggulan TBC Kabupaten Brebes, di Grand Dian Hotel, Senin (19/12). Kegiatan diinisiasi oleh Lembaga Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kabupaten Brebes itu, dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Brebes, pejabat Dinas Kesehatan, Direksi RSUD Brebes, dan Sub-sub Recipient TBC Komunitas Global Fund -ATM Mentari Sehat Indonesia. Fokusnya, memaparkan hasil kinerja pemetaan kasus TBC hingga penanganannya yang dilakukan sejak 2021 hingga 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistiowati melalui Pengelola Program TBC Iklia Marita mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir pemetaan dan pengambilan sample dahak, terus dilakukan. Yakni, dari target suspect yang diambil sampel tercatat 7.696 orang pada 2021. Hasilnya, target ternotifikasi tertular TBC sebanyak 2.402 orang. Sedangkan, target suspect pada 2022 yang masih berjalan mencapai 13.836. Hasilnya, 4.064 terkonfirmasi tertular TBC dengan rentang usia produktif.

“Dari total 4.064 kasus TBC di tahun 2022 ini, sebanyak 460 di antaranya pasien anak. Sehingga, butuh edukasi menyeluruh agar penularan TBC bisa lebih diminimalisir,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dari 460 pasien TBC anak tersebut, rianciannya 238 anak laki-laki dan 222 perempuan. Klasifiknnya, 35 anak usia kurang dari satu tahun, 225 anak usia 1-4 tahun dan 200 anak usia 5-14 tahun. Bahkan, dari total 4.064 penderita TBC, 49 pasien dinyatakan meninggal akibat infeksi serius. Rinciannya, pasien baru 37 orang, pasien kambuh 1 orang, pasien dengan riwayat pengobatan TBC selain kambuh (diobati setelah loss to follow up, diobati setelah gagal, lain-lain) 1 orang. Selanjutnya, pasien tidak diketahui riwayat pengobatan TBC sebelumnya 5 orang dan pasien TBC dengan HIV positif 5 orang.

BACA JUGA :  Hardiknas, Pemkab Brebes Komitmen Dukung Penerapan Kurikulum Merdeka

“Pemetaan TBC ini juga kami laksanakan dengan Tes Cepat Molekuler di lima fasyankes. Yakni, di Puskesmas Banjarharjo, Jatibarang, Tanjung Bumiayu dan RSUD Brebes. Itu lebih memudahkan investigasi TBC,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Program SSR Mentari Sehat Indonesian Kabupaten Brebes Zakiah Yasmin menuturkan, dengan sokongan dana dari pemerintah pihaknya mengaku terus mengoptimalkan pendampingan dan investigasi kasus TBC. Teknisnya, menindaklanjuti data dari Dinkes dan melakukan skrining pada semua kontak erat. Fokusnya, 15 orang dari keluarga dan lingkungan terdekat pasien TBC.

“Setelah dilakukan pengambilan sample dan hasilnya ternotifikasi tertular. Maka, pendampingan tim akan terus dimassifkan untuk mengawal program pengobatan tuntas,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Tri Murdiningsih mengatakan, pihaknya prihatin dan miris dengan tingginya angka sebaran kasus TBC di 17 kecamatan. Terlebih, masih minimnya alokasi anggaran untuk mensupport pendampingan program TBC.

“Dengan hasil press release penanganan TBC ini, kami akan mengupayakan pendanaan untuk mengoptimalkan kinerja Dinkes sebagai leading sektor,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: