Brebes  

Pemkab Brebes Kerahkan Empat Alat Berat Antisipasi Banjir Susulan di Bumiayu

BREBES, smpantura – Pemkab Brebes mengerahkan empat alat berat ke alur Sungai Keruh, di Kecamatan Bumiayu, kemarin. Gerak cepat ini untuk mengantisipasi potensi banjir susulan dalam penanganan darurat pasca banjir bandang.

‎Empat unit ekskavator ini, di tempatkan di tiga titik rawan. Satu unit ekskavator milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes di turunkan di Sungai Kalikeruh, Desa Penggarutan. Ini untuk menutup tanggul yang jebol dan mengarah ke Desa Adisana.

‎Kemudian, satu unit ekskavator dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta DSPDAPR Kabupaten Brebes di fokuskan melakukan sodetan aliran air di Desa Dukuhturi guna memperlancar aliran sungai.

‎Sedangkan dua unit ekskavator lainnya diterjunkan untuk normalisasi saluran di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Alat berat tersebut merupakan dukungan dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes Ferri Anggrianto,SE serta pengusaha Slamet Faka sebagai bentuk kolaborasi penanganan bencana.

‎Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDATARU) Kabupaten Brebes, Moh. Zuhdan Fanani mengatakan, langkah ini merupakan upaya antisipatif agar banjir tidak kembali melanda permukiman warga.

‎“Pemkab Brebes secara sengkuyung bersama dinas terkait, seperti DPU, Perwaskim, DPSDATARU dan Dinas Pertanian, melakukan langkah-langkah antisipasi banjir susulan agar tidak kembali menerjang permukiman warga,” ujarnyasaat mendampingi Wakil Bupati Brebes Wurja, meninjau lokasi terdampak banjir.

‎Zuhdan menambahkan, penutupan tanggul, sodetan, dan normalisasi saluran air menjadi prioritas utama mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Brebes bagian selatan.

‎Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Wurja menegaskan, agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat dan bersinergi dalam penanganan darurat.

‎“Saya perintahkan seluruh OPD terkait untuk segera melakukan sodetan dan penutupan tanggul sebagai langkah cepat mencegah banjir susulan,” tegas Wurja.

‎Seperti di ketahui, banjir yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) lalu mengakibatkan sejumlah kecamatan di Brebes bagian selatan, yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, dan Tonjong, mengalami kerusakan cukup parah pada infrastruktur dan lahan pertanian. (**)