SLAWI, smpantura – Di tengah ribuan jemaah calon haji yang memadati Pendapa Amangkurat, Pemda Kabupaten Tegal, Selasa (14/4/2026) pagi, sosok Sebastian Aksan Mardiono (17) tampak mencolok. Bukan hanya karena postur tubuhnya yang masih belia, namun juga raut wajahnya yang memancarkan campuran rasa syukur yang dalam sekaligus kerinduan yang tak tertahan.
Sebastian resmi tercatat sebagai jemaah calon haji termuda dari Kabupaten Tegal untuk musim haji 1447 H/2026 M. Di saat teman-teman sebayanya di SMA Negeri 4 Kota Tegal tengah sibuk mempersiapkan kelulusan, Sebastian justru bersiap mengemas barang menuju tanah suci Mekkah.
Keberangkatan remaja kelahiran 20 Agustus 2008 ini, untuk menggantikan posisi ayahnya, almarhum A. Mardiono, yang wafat akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2021 silam.
Kisah ini bermula 15 tahun lalu. Pada tahun 2011, kedua orang tua Sebastian mendaftarkan diri untuk berhaji. Mereka menabung dan menanti antrean panjang demi satu tujuan, beribadah ke Baitullah. Namun, takdir berkata lain. Sepuluh tahun berselang, saat mimpi itu mulai mendekat, sang ayah dipanggil ke hadirat Ilahi.
“Rasanya sangat bahagia bisa menunaikan ibadah haji di usia sedini ini. Tapi di sisi lain, hati saya sedih. Seharusnya Bapak yang berangkat ke tanah suci bersama Ibu, tapi justru saya yang menggantikannya,” tutur Sebastian saat di temui di sela acara pelepasan jemaah calon haji.
Warga Jalan Cokroyudan, RT 02 RW 01, Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi ini akan mendampingi ibundanya, Sri Mujiyati (44). Keduanya tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Penawaja, Talang, dan di jadwalkan terbang melalui Kelompok Terbang (Kloter) 2 SOC Selasa (21/4/2026) pukul 06.00 WIB.


