TEGAL, smpantura – Menjelang May Day atau Hari Buruh Internasional, Polres Tegal Kota ternyata sudah mengambil langkah-langkah antisipasi, agar demo itu tidak melebar menjadi aksi anarkis. Salah satu langkahnya, antara lain, tetap mengawal dan mendampingi aksi buruh itu dalam penyampaian aspirasi ke Wali Kota Tegal maupun ke DPRD.
”Ini salah satu langkah-langkah dalam memberikan pengamanan dan pengawalan terhadap aksi buruh. Kami sudah matangkan kesiapannya. Seperti menyiapkan personel yang siap diterjunkan dalam pengamanan dan pengawalan aksi buruh ini,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH.
Dia mengungkapkan, langkah lainnya sebelum peringatan hari buruh itu, jajarannya mematangkan sejumlah kegiatan simulasi, dan dilakukan langsung di pintu gerbang Balai Kota Tegal. Antara lain, dengan menggelar Tactical Floor Game (TFG), yang dirangkaikan dengan pelatihan dan simulasi penanganan aksi penyampaian pendapat di kawasan Balai Kota Tegal, Selasa (21/4).
Kegiatan yang dilakukan itu, kata dia, melibatkan ratusan personel gabungan dari Polres Tegal Kota dari berbagai fungsi dan kesatuan, didukung sejumlah instansi terkait. Itu sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mengantisipasi potensi situasi kontinjensi di lapangan.
Sebagai contoh, pihaknya juga menerjunkan personel untuk melakukan dialog dengan masa pendemo, agar penyampaian aspirasinya dapat tersalurkan dengan baik, aman dan lancar. Kemudian menyiapkan personel dari Sat Samapta yang bertugas membuat pagar hidup, agar pendemo yang anarkis tak masuk ke kompleks perkantoran Balai Kota Tegal.
Antisipasi berikutnya, juga disiapkan barikade pagar berduri, sampai menyiapkan kendaraan water canon dan personel gerak cepat untuk menghalau massa, bila terjadi aksi anarkis. Pihaknya juga menyiapkan anjing penghalau massa dan personel yang dilengkapi dengan tameng, serta senjata pemedih mata.
Tindakan Persuasif
Semua itu disiapkan bila sampai terjadi aksi anarkis. Tapi pihaknya juga menyiapkan personel-personel untuk melakukan tindakan persuasif dan dialog dengan pendemo. ”Kami utamakan dialog yang damai, dan mengarahkan serta mengawal pendemo agar dapat menyampaikan aspirasinya secara baik, damai dan lancar,” tandas dia.


