PEKALONGAN, smpantura – Provinsi Jawa Tengah memerlukan poros ekonomi yang lebih merata. Hal ini menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
”Dari hasil pemikiran dan temuan di lapangan, kesimpulan saya, Jawa Tengah membutuhkan poros ekonomi yang lebih merata,” ujar anggota DPD RI yang juga Ketua Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KA Unsoed), Dr Abdul Kholik SH MSi, dalam acara Silaturahmi KA Unsoed Jawa Tengah Wilayah Pantura Barat, Minggu (19/4).
Dia menjelaskan, saat ini masih terjadi ketimpangan pembangunan antar wilayah di Jawa Tengah. Hal tersebut membuat pembangunan ekonomi menjadi tidak merata. Selama ini, lanjut Kholik, poros ekonomi di Jawa Tengah masih bertumpu di wilayah Semarang dan sekitarnya. Kalau poros ekonomi hanya bertumpu di kawasan ini, jelas tidak tidak mungkin untuk membangkitkan ekonomi Jawa Tengah. Untuk itu, tegas Kholik, butuh pendekatan baru agar poros ekonomi Jawa Tengah bisa lebih terdistribusi ke kawasan lainnya.
”Kalau dulu ada namanya jalur ekonomi. China misalnya punya jalur sutra. Itu kemudian bisa menjadi jalur yang membangkitkan ekonominya. Dalam konteks Jawa Tengah, perlu kebijakan untuk mendorong terciptanya jalur-jalur ekonomi yang lebih merata untuk menghindari ketimpangan pembangunan,” ucapnya.
Dia mencontohkan, kawasan Jawa Tengah bagian selatan (Jasela) memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai poros ekonomi baru. Namun selama ini seperti terabaikan sehingga tertinggal di bandingkan wilayah utara yang lebih dulu berkembang. Padahal Jasela memiliki potensi sangat besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi jika mau serius di kembangkan.


