”Nilai transaksinya hampir Rp 10,7 triliun. Itu karena mereka bisa berkolaborasi. Saya berharap untuk Pekalongan Raya juga ada kajian yang bisa melihat bagaimana kalau kawasan ini diintegrasikan secara ekonomi. Apa masalah dan solusinya untuk mengakselerasi pembangunan di kawasan ini,” ujarnya. (**)
Pembangunan Antar Wilayah Timpang, Jateng Butuh Poros Ekonomi Lebih Merata


