BATANG, smpantura – Jenazah Diva Maelisa (15), dibawa dari Jakarta ke rumah duka di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Minggu (26/4). Diva yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai empat sebuah apartemen di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta.
Suasana duka menyelimuti Desa Ngroto saat warga menunggu kedatangan jenazah Diva Maelisa (15) dari Jakarta untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sekitar pukul 12.26 WIB, kendaraan pembawa jenazah tiba di tengah gang sempit desa. Ratusan warga yang telah menunggu langsung mendekat, sebagian tak kuasa menahan tangis.
Peti putih yang membawa jenazah Diva selanjutnya diturunkan dan ditandu bersama-sama menuju rumah duka. Disana, suasana haru tak terbendung. Tangisan pecah saat keluarga melihat untuk terakhir kalinya sosok yang semasa hidup dikenal ceria dan ramah itu. Hanya sekitar sepuluh menit jenazah disemayamkan, sebelum kembali dibawa keluar untuk didoakan.
Prosesi kemudian berlanjut ke masjid desa. Warga berbondong-bondong mengikuti salat jenazah, mengiringi kepergian Diva dengan doa. Tak lama setelah itu, jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Sekretaris Desa Ngroto, Suswandi, menyebut seluruh persiapan pemakaman telah dilakukan sejak pagi.
”Estimasi pemakaman sekitar jam 12.00 sampai 13.00, kami sudah mempersiapkan semuanya,” ujarnya.
Di dalam rumah, kedua orang tua Diva, Raudin (37) dan Umayah (33), tampak terpukul. Keduanya harus dipapah kerabat agar tidak terjatuh saat menyaksikan putri mereka untuk terakhir kalinya. Hanya sekitar sepuluh menit jenazah disemayamkan, sebelum kembali dibawa keluar untuk didoakan.


