BREBES, smpantura — Generasi muda di hadapkan pada tantangan besar di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Mereka di tuntut tidak sekadar menjadi penonton, tetapi mampu beradaptasi dan menjadi pelaku perubahan.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif Moci Bareng Karo Uwane bertema Peran Generasi Muda dalam Menghadapi Globalisasi dan Modernisasi yang di siarkan Radio TOP FM Bumiayu, Senin (4/5/2026) sore.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Komisi I DPRD Brebes Heri Fitriansyah bersama anggota DPRD Brebes Pamor Wicaksono dan Nur Bintang, dengan di pandu host Elisabeth. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius.
Heri Fitriansyah menegaskan, perkembangan globalisasi dan modernisasi tidak dapat di hindari. Karena itu, generasi muda harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Kalau tidak siap, kita hanya akan jadi penonton. Tapi kalau mampu beradaptasi, justru bisa jadi pelaku perubahan,” ujarnya.
Ia menyebut, kemajuan teknologi memberikan banyak peluang, terutama dalam akses informasi dan ekonomi digital. Namun, di sisi lain juga membawa tantangan seperti hoaks, pengaruh budaya luar, hingga gaya hidup instan.
Anggota DPRD Brebes lainnya, Pamor Wicaksono, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya.
“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tapi kehilangan jati diri. Anak muda harus menjadi agen perubahan sekaligus pelestari budaya,” katanya.
Sementara Nur Bintang menyoroti peran keluarga dalam menghadapi era digital. Ia menilai, orang tua perlu memiliki pemahaman terhadap teknologi agar dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada anak.


