BATANG, smpantura – Petugas penjaga palang pintu rel kereta api di minta lebih waspada dan aktif memantau kondisi di sekitar perlintasan guna mencegah kecelakaan. Hal ini menyusul masih terjadinya kecelakaan di sekitar jalur rel kereta api yang ada di Batang beberapa waktu lalu.
”Penjaga palang pintu harus benar-benar teliti dan rutin memonitor lingkungan. Mereka adalah pihak yang paling dekat dengan lokasi sehingga harus peka terhadap setiap potensi bahaya yang bisa mengakibatkan kecelakaan,” ujar Wakil Ketua DPRD Batang, Hj Junaenah, baru-baru ini.
Ia mengatakan, petugas di lapangan harus memastikan tidak ada pengguna jalan yang nekat melintas saat palang pintu sudah di tutup. Dalam praktiknya, masih kerap di temukan warga yang mencoba menerobos sehingga petugas perlu sigap menegur bahkan menghentikan mereka demi keselamatan bersama. Menurut Junaenah, kereta tidak bisa di hentikan begitu saja ketika sedang dalam perjalanan. Untuk itu petugas palang pintu harus memastikan kondisi di rel sekitar palang pintu benar-benar aman.
”Setiap palang pintu kereta harus di jaga ketat dan penjaganya harus benar-benar melihat situasi di lingkungan. Intinya selalu kontrol karena kita tidak tahu kadang ada orang pejalan kaki, orang pakai sepeda motor atau orang mau menyebrang. Kalau ada kereta yang mau lewat, harus ada yang memberitahu atau di ingatkan sebab kadang orang awam itu tahunya kan aman,” tuturnya.
Insiden Kecelakaan
Seperti di beritakan sebelumnya, empat insiden kecelakaan terjadi di Kabupaten Batang. Sebelumnya, tiga wanita warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, tersambar kereta KA Tawang Jaya relasi Semarang Poncol – Pasar Senen di KM 72+8 pada 25 Februari 2026. Akibat kejadian ini, warga bernama Rutinah meninggal di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya, Dasti dan Darminah mengalami luka berat dan di larikan ke RS QIM.


