Tegal  

Belajar Diam di Tengah Ritme Hidup Cepat

TEGAL, smpantura – Di tengah ritme kehidupan yang serba cepat, puluhan warga Kota Tegal mengikuti sesi meditasi bersama di Spasi Creative Space, Jalan Waru, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Minggu pagi 17 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk Mindful Sunday : Art of Returning to True Self itu di gelar TeaterQi bersama Spasi Creative Space, dengan menghadirkan praktisi meditasi Hernandes Saranela sebagai pemandu.

Metode Khusus

Dalam sesi tersebut, peserta di ajak untuk melatih kesadaran melalui teknik pernapasan atau anapana.

Metode ini berfokus pada hubungan antara pikiran dan tubuh, yang selama ini di nilai kerap terabaikan.

Hernandes mengatakan, ia mulai mendalami meditasi setelah mengalami tekanan dalam hidup.

Dari pengalaman itu, Hernandes menemukan bahwa diam menjadi salah satu cara untuk menenangkan pikiran.

BACA JUGA :  Guru SD di Tegal Ikuti Outreach Programme untuk Tingkatkan Pedagogi Global

“Selama ini kita terbiasa hidup serba cepat. Bahkan diam sering di anggap aneh, padahal itu penting,” kata Hernandes.

Menurut Hernandes, kondisi tersebut membuat pikiran manusia terus bekerja tanpa henti.

Sementara tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola tekanan.

Hernandes menyebut, sejumlah gangguan kesehatan juga dapat di picu oleh kondisi pikiran yang tidak terkendali.

“Ketika pikiran tidak mampu merespons dengan baik, tubuh yang akan menerima dampaknya,” ujar Hernandes.

Hernandes menilai, banyak orang terlalu mengandalkan pikiran sebagai pusat kendali, tetapi kurang memperhatikan kondisi tubuh.

“Tubuh sebenarnya memberi sinyal saat lelah, tetapi sering di abaikan,” tambah Hernandes.

Praktik

Dalam praktiknya, meditasi yang di ajarkan tidak hanya berfokus pada pikiran, tetapi juga melibatkan kesadaran terhadap tubuh.