Tegal  

Belajar Diam di Tengah Ritme Hidup Cepat

Tujuannya untuk membantu peserta memahami batas kemampuan diri.

Hernandes mengaku telah menjalani berbagai metode meditasi, termasuk vipassana. Yang ia akukan secara intensif hingga berjam-jam setiap hari selama beberapa hari tanpa komunikasi dan penggunaan gawai.

Dari pengalaman tersebut, Hernandes merasakan perubahan dalam dirinya, terutama dalam mengendalikan emosi.

“Sekarang ketika emosi muncul, ada semacam tanda dari tubuh. Jadi tidak langsung bereaksi,” kata Hernandes.

Kegiatan ini juga menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap meditasi.

Menariknya, sebagian besar peserta yang hadir merupakan perempuan.

Menurut Hernandes, hal itu tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental.

“Antusiasme cukup tinggi, terutama dari ibu-ibu. Tinggal bagaimana penyampaiannya bisa di terima dengan baik,” ujar Hernandes.

BACA JUGA :  Mahasiswa UPS, Christina Juara 1 Pencak Silat

Hernandes juga menegaskan bahwa meditasi tidak harus mahal atau eksklusif. Praktik tersebut, menurutnya, sudah lama di kenal dalam budaya lokal.

“Yang penting adalah konsistensi dalam melatih kesadaran,” tandas Hernandes.

Pembina TeaterQi, Rudi Iteng mengatakan, meditasi memiliki kaitan dengan dunia teater, khususnya dalam melatih olah rasa.

Menurut Rudi, meditasi dapat membantu aktor untuk lebih memahami peran sekaligus mengendalikan ego.

“Dalam teater, aktor harus bisa mengolah rasa. Meditasi membantu untuk itu,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, latihan meditasi juga membuka ruang imajinasi yang lebih luas bagi aktor saat mendalami karakter. (**)