Ahmad Luthfi Apresiasi Mangkunegaran Run 2026

“Lari sambil menikmati budaya seperti ini keren. Harapannya Jawa Tengah bisa jadi destinasi lari, karena suasananya nyaman dan orang-orangnya ramah,” katanya.

Topik berharap besar event serupa diadakan tak hanya setahun sekali. Setidaknya ada acara-acara untuk mengguyubkan dan mencintai Kota Solo, salah satunya dengan ajang lari. Ia memuji branding Mangkunegaran Run 2026 yang dinilai keren. Di mana nuansa budaya masih sangat kental.

Ia berharap kota-kota lain di Jawa Tengah bisa menyelenggarakan lebih banyak event lari yang dipadukan dengan budaya. Baik itu road run maupun trail run di mana peminatnya sangat banyak, sehingga dibutuhkan kolaborasi agar lebih guyub lagi.

“Ayo nggawe ngene iki. Bisa jadi destinasi lari karena di Jawa Tengah itu enak, tidak panas, kulinernya masih murah, racenya nggak ndakik-ndakik, wong-wonge humble. Semoga Jawa Tengah bisa menjadi kota untuk pelari di Indonesia,” harapnya.

BACA JUGA :  May Day 2026, Gubernur Jateng Sebut Buruh Pahlawan Ekonomi

Dina (39), peserta asal Jakarta, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya mengikuti ajang ini bersama 30 anggota komunitasnya.

“Seru banget, nuansa Jawanya terasa. Kami bahkan sengaja tinggal beberapa hari di Solo untuk lari dan kuliner,” ujarnya.

Konsep cultural run dalam Mangkunegaran Run 2026 memang digarap serius. Sebanyak 20 komunitas mengisi 50 titik cheering point dengan pertunjukan seni, melibatkan pelajar hingga seniman dari berbagai institusi di Surakarta, seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dengan peserta dari berbagai daerah, Mangkunegaran Run 2026 kian menegaskan posisinya sebagai event lari ikonik yang memadukan olahraga dan budaya dalam satu harmoni. (**)