Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor peternakan melalui berbagai program untuk mencapai target swasembada pangan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, hingga layanan kesehatan hewan.
Salah satu inovasi yang dijalankan adalah program healing atau layanan kesehatan hewan keliling. Program ini dilakukan dengan sistem jemput bola, mendatangi langsung peternak untuk memastikan kondisi ternak tetap sehat.
“Menjelang Iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas,” kata Ahmad Luthfi.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mendukung langkah tersebut. Ia menilai, peningkatan populasi sapi potong dan sapi perah menjadi kunci untuk menekan ketergantungan impor daging dan susu. Menurutnya, ketersediaan daging dan susu di Indonesia masih perlu akselerasi.
“Setiap tahun kita ingin mengurangi impor daging dan susu. Maka populasi sapi harus terus ditingkatkan. Kita terus dorong peternak,” ujarnya.
Hal senada di sampaikan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani. Ia menilai kontes sapi menjadi ajang strategis bagi peternak untuk bertukar pengetahuan dan meningkatkan kualitas ternak.
Menurutnya, daerah seperti Wonosobo memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan sapi, baik potong maupun perah.
“Kami akan terus dukung agar populasi sapi meningkat dan kebutuhan masyarakat bisa di penuhi secara mandiri,” katanya. (**)


