Ahmad Luthfi Minta Pelayanan Publik Harus Berdampak Nyata

Beberapa kawasan aglomerasi seperti Solo Raya, Pekalongan Raya, dan Semarang Raya di sebutnya sebagai simpul penting penguatan ekonomi daerah.

“Setiap daerah harus punya hub ekonomi. Dengan begitu, kita bisa mendorong kemandirian dan menciptakan pertumbuhan baru,” tegasnya.

Pembangunan Wilayah

Dalam konteks pembangunan wilayah, Luthfi mengingatkan agar tidak ada ego sektoral. Pemerintah provinsi akan mengambil peran sebagai koordinator untuk memastikan pemerataan pembangunan berjalan optimal.

Ia mencontohkan ketimpangan antara wilayah Pantai Selatan (Pansela) dan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah yang masih perlu di kejar. Karena itu, proyek strategis nasional dan pengembangan wilayah harus di arahkan untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Di sisi lain, Luthfi juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar setiap program benar-benar tepat guna dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Jateng Jadi Produsen Batik Terbesar Se-Indonesia

“Tidak boleh ada pemborosan. Semua kegiatan harus berdampak langsung,” katanya.

Ia menegaskan, orientasi birokrasi harus bergeser dari sekadar administratif menjadi pelayanan yang berorientasi pada kemanfaatan.

“ASN pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Maka pelayanan publik harus memberi dampak nyata,” ujarnya.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang di bacakan, di tegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menekankan pentingnya kemandirian daerah sekaligus sinergi dengan pemerintah pusat.