Taj Yasin Ajak Alumni Pesantren Jaga Sanad Keilmuan

MAGELANG, smpantura — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga sanad keilmuan serta memperkuat persatuan antar santri. Itu sebagai upaya menjaga tradisi dan nilai-nilai pesantren di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, tradisi pesantren memiliki kekuatan pada kesinambungan ilmu yang tersambung dari para kiai hingga Rasulullah.

“Kadang para santri kurang telaten menjaga ilmu, termasuk sanad keilmuan yang tersambung. Padahal, itu menjadi kekuatan utama pesantren,” ujarnya saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Halal Bihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang di Pondok Pesantren API ASRI Syubhanol Wathon Giri, Secang, Minggu, 26 April 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebut, keberadaan sanad tidak hanya menunjukkan legitimasi keilmuan. Tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun karakter santri yang beradab.

Oleh karena itu, ia meminta para alumni untuk tetap menjaga hubungan dengan para guru dan tidak melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di pesantren.

BACA JUGA :  Penanganan Banjir Kudus, Pati, dan Jepara Perlu Rekayasa Cuaca

Selain itu, Gus Yasin yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu, juga menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan. Ia menilai, perbedaan adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan adab terhadap para ulama.

Ia pun membagikan pengalaman pribadinya saat berinteraksi dengan bapaknya, almarhum KH Maimun Zubair. Meski sempat memiliki perbedaan pandangan, ia mendapatkan pelajaran penting tentang bagaimana tetap menghormati ulama sebagai pemilik ilmu.

“Saya diajarkan, meskipun tidak selalu sependapat, jangan sampai kehilangan rasa hormat kepada ahli ilmu. Yang kita hormati adalah ilmunya, bukan sekadar pendapatnya,” tuturnya.