TEGAL, smpantura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, mengajak kader PKK Kota Tegal menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut di sampaikan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) CBP Rupiah yang di ikuti puluhan kader PKK di Premiere Hotel, Rabu 20 Mei 2026.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala mengatakan, kader PKK memiliki peran strategis karena dekat dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Langkah tersebut di nilai efektif untuk memperluas edukasi terkait penggunaan Rupiah secara bijak kepada masyarakat. Terlebih, di era transaksi digital saat ini, pemahaman mengenai pengelolaan dan penggunaan uang semakin penting.
“Edukasi ini tidak berhenti di sini. Kami berharap ibu-ibu PKK bisa menyebarkan kembali informasi kepada lingkungan sekitar,” pinta Bimala.
Bimala menambahkan, sebagian besar peserta sebenarnya sudah memahami dasar-dasar CBP. Termasuk mengenali keaslian uang dan memperlakukan Rupiah dengan baik melalui prinsip 5J.
Namun demikian, tantangan saat ini bukan hanya pada uang tunai, tetapi juga pada perilaku konsumtif di ruang digital.
Menurut Bimala, kebiasaan berbelanja yang di picu media sosial kerap membuat masyarakat membeli barang di luar kebutuhan.
“Kadang bukan karena harga naik, tapi karena kita tidak menjaga ekspektasi saat melihat produk di media sosial atau marketplace,” jelas Bimala.
Untuk itu, BI Tegal mendorong kader PKK tidak hanya memahami konsep CBP, tetapi juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat. Langkah tersebut di harapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar lebih bijak dalam bertransaksi dan mengelola keuangan keluarga.
Lomba
Sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, BI Tegal juga menginisiasi lomba pembuatan konten video bertema CBP Rupiah. Lomba tersebut akan berlangsung selama enam bulan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai penggunaan Rupiah secara bijak.



