Brebes  

Biro Wisata Kabur, Rombongan Outing Class SD Asal Brebes Terlantar di Rest Area Kendal

foto ilustrasi
foto ilustrasi

BREBES, smpantura – Rombongan outing class siswa asal salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, terlantar di rest area Kendal, Minggu (3/5/6) lalu. Mereka terlantar akibat biro wisata yang di tunjuk dalam kegiatan tersebut, kabur dan belum menyelesaikan semua pembiayaan.

Informasi yang di himpun menyebutkan, rombongan outing class itu rencananya akan melaksanakan kegiatan Ziarah dan Wisata di Semarang. Mereka berangkat dengan menggunakan sebuah biro wisata, pada Minggu (3/5/2026). Rombongan siswa dengan tiga armada bus itu, dalam perjalanannya singgah untuk rehat makan di rest area setelah ziarah di makam Kyai Dimyati Rois Kaliwungu. Tepatnya, di sebuah rumah makan di daerah Kendal, Jawa Tengah.

Namun saat peserta istirahat, pemilik biro wisata yang ikut mendampingi langsung minta izin keluar rumah makan. Alasanya, untuk mengambil uang di sebuah Anjugan Tunai Mandiri (ATM). Namun setelah lama di tunggu, yang bersangkutan tidak kunjung kembali. Pihak guru termasuk kepala sekolah yang ikut mendamping, coba mencari dan menghubungi pemilik biro. Namun hasilnya nihil.

BACA JUGA :  1 Kritis 3 Luka Luka, Korban Kebakaran Gudang di Klampok Brebes

Sementara itu, saat kepala sekolah meminta kru bus melanjutkan perjalanan, ternyata kru bus tidak mau. Alasanya, biaya bus belum di bayar oleh biro wisata. Padahal pihak sekolah sudah menyelesaikan semua biaya kepada biro. Akibat kejadian itu, para peserta terkatung katung karena belum ada kejelasan. Mereka tertahan di rest area hingga beberapa jam.

Melihat kondisi itu, pihak sekolah akhirnya berinisiatif untuk bernegosiasi dengan pemilik bus. Pihak bus tetap keberatan untuk melanjutkan perjalanan, sebelum semua biaya di selesaikan. Akhirnya, pihak sekolah memutuskan untuk menyelesaikan pembayaran, dan rombongan baru bisa melanjutkan perjalanan ziarah dan wisata di semarang.

Tidak Bertanggung Jawab

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Aditya Perdana saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menjelaskan, akibat pihak biro wisata yang tidak bertanggungjawab tersebut, sekolah mengalami kerugian hingga Rp 37 juta. Itu karena sekolah harus membayar kembali biaya bus, makan dan tiket masuk wisata. Padahal semua pembiayaan tersebut sudah di selesaikan melalui biro wisata.