BPBD Serahkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Puting Beliung

SLAWI,smpantura – Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyerahkan bantuan kepada warga terdampak angin puting beliung di Desa Pagerbarang Kecamatan Pagerbarang dan Desa Penyalahan Kecamatan Jatinegara , Rabu (14/9).Bantuan diserahkan Kepala Pelaksana BPBD Elliya Hidayah bersama Tim Reaksi Cepat Terpadu Kabupaten Tegal.

Elliya menyampaikan, angin puting beliung disertai hujan intensitas tinggi terjadi pada Selasa ( 13/9) siang sekitar pukul 13.45.Di Kecamatan Pagerbarang ,puting beliung mengakibatkan 147 bangunan rumah warga dan fasilitas umum rusak ringan sampai sedang. Sementara di Desa Penyalahan ada 140 bangunan rusak.

Elliya menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh BPBD berupa material ringan. Seperti kayu reng, seng bergelombang, asbes, famili kit, triplek, sembako.

” Karena di BPBD sekarang sudah tidak diperbolehkan memberikan bantuan beras, karena sudah kewenangan Dinas Perkim dan PUPR,”jelasnya saat menyerahkan bantuan material ringan di Balai Desa Pagerbarang, Rabu (15/9).

Elliya menyebutkan, dalam kegiatan teprsebut pihaknya berkoordinasi dengan Dinsos, PMI, dan Baznas.Menurutnya Tim Teknis BPBD bersama Tim Reaksi Cepat Terpadu melakukan assessmen atau mengindentifikasi jumlah rumah atau bangunan yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat.

Dengan terjadinya musibah di beberapa wilayah, Elliya mengharapkan semua lapisan masyarakat di Kabupaten Tegal menjadi masyarakat yang tanggap bencana.Relawan Tagana Dinsos Kabupaten Tegal Novan menyebutkan Dinsos menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa 10 paket sembako dan kasur.

“Untuk perkembangan selanjutnya kami menunggu dara dari desa,”sebutnya.

Semetara itu, Kepala Desa Pagerbarang Komariyanto mengatakan ,pasca bencana pihak desa dibantu relawan dan warga langsung membersihkan pohon yang tumbang. Menurutnya dari 140 rumah warga yang rusak, ada delapan yang rusak sedang, dan sisanya rusak ringan.Sementara untuk gedung atau kantor yang terdampak antara lain aula kecamatan, kantir Balai Penyuluh Pertanian,Polsek, SD Pangerbarang 01, SMA 1 Pagerbarang, Alfamart dan Pasar Ketembreng.

BACA JUGA :  PTT Curhat ke Bupati, Gaji Telat 2 Bulan

“Pasar Ketembreng sudah selesai dibangun dan belum diresmikan dan digunakan pedagang,” terangnya.

Menurutya Pasar Ketembreng dibangun menggunakan dana desa tahun 2022 dengan nilai lebih dari Rp 300 juta. Dari pantauan di lapangan, pasar yang dibangun pada bulan Mei 2022 memiliki empat los bangunan yang dapat menampung 100 pedagang. Karena tersapu angin, semua bangunan menggunaan konstruksi baja ringan itu ambruk.

Dalam kejadian puting beliung tidak ada korban jiwa. Kendati demikin, warga mengaku ketakutan saat terjadi puting beliung.Susi Susanti (36) pedagang minuman dan makanan kecil yang berjualan di sekitar Pasar Ketembreng mengaku sempat bersembunyi di bawah tower Pamsimas.

” Saat kejadian saya sedang menggoreng corndog. Mendadak angin kencabg, barang dagangan, bahan baku membuat seblak dan tutup blender diterbangkan angin,”sebutnya.

Semetara Eri (60) mengaku ketakutan saat terjadi hujan dan angin. ” Semuanya terlihat putih. Saya takut sampai kencing di celana,” tuturnya.Selain pasar, kerusakan parah dialami SMA 1 Pagerbarang. Bangunan yang rusak antara lain di ruang guru, ruang kepala sekolah dan ruang tamu, mushola. Plafon ruangan tersebut jebol.

Selain itu dua laboratorium TIK dan ruang multimedia turut terdampak. Ratusan komputer terkena air yang terbawa angin kencang. Pihak sekolah telah mengamankan komputer dan segera mengecek kondisinya. Dari pantauan di sekolah, para siswa dan guru kerja bakti membersihkan puing-puing plafon dan menjemur mebel dan berkas-berkas yang basah.

Hal sama juga terlihat di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Pagerbarang. Para pegawai dibantu petani membersihkan plafon yang jebol. (T04-Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: