BPJS Ketenagakerjaan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip inklusivitas dengan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti proses seleksi.
“Ini menjadi bagian dari komitmen kami terhadap kesetaraan kesempatan. Kami meyakini bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi dan meraih cita-cita,” kata Harjono.
Di tingkat daerah, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tegal, Rudyanto Panjaitan, menyatakan rekrutmen ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kepada peserta di wilayahnya.
“Dengan adanya penambahan SDM ini, kami optimistis pelayanan kepada peserta di wilayah Tegal akan semakin optimal, baik dari sisi kecepatan, ketepatan maupun kualitas interaksi dengan peserta,” ujar Rudyanto.
Rudyanto menambahkan, kebutuhan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah terus meningkat, terutama dari sektor pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.
Menurut Rudyanto, kehadiran tenaga baru akan memperkuat upaya perluasan kepesertaan di wilayah tersebut.
“Momentum ini diharapkan dapat membantu kami menjangkau lebih banyak pekerja, khususnya sektor informal, agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh,” kata Rudyanto.
BPJS Ketenagakerjaan mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan institusi. Seluruh proses rekrutmen ditegaskan tidak dipungut biaya.
“Semua proses rekrutmen dilakukan secara profesional dan bebas dari intervensi pihak manapun,” tutup Harjono. (**)


