TEGAL, smpantura – Seorang pengemudi ojek offline, diduga panik dan pilih tancap gas kabur ke Kota Tegal, saat di hentikan personel Satlantas Polres Brebes. Apalagi sejumlah warga yang melihat dan turut mengejarnya, meneriaki dengan tuduhan pencuri mobil.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.15, Kamis (28/5) itu, sempat viral saat di unggah di sebuah akun media sosial. Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya SIK MH, yang menerima laporan kejadian tersebut bertindak cepat dan memberikan penjelasan kronologi kasusnya.
”Ini bukan kasus pencuri mobil yang kabur saat di kejar dan di hentikan personel Sat Lantas. Tapi ada kesalahpahaman, dan merupakan pelanggaran dalam berlalu lintas. Petugas yang curiga dengan pelat nomor polisi (Nopol) kendaraan ini, berupaya untuk menghentikan laju kendaraan mobil tersebut. Tapi pengemudinya pilih untuk kabur dan melaju zig zag yang membahayakan kendaraan lainnya,” terang Kapolres Tegal Kota, di dampingi Kasat Reskrim AKP Husen Asnawi dan Pjs Bid Humas Aiptu Kurnia, Jumat (29/5).
Heru Antariksa Cahya menjelaskan, peristiwanya berawal ketika pengemudi ojek offline berinisial Sn (50) asal Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, diminta mengantar seorang wanita menuju penjual Kupat Blengong, di sekitar kawasan Islamic Centre, Kabupaten Brebes.
Curiga Nopol
Saat pulang menuju ke Kota Tegal, melewati area perkampungan dan suasana jalan terendam air hujan. Seorang personel Satlantas Polres Brebes yang melihat mobil ojek offline Toyota Calya hitam nopol AB-9478-IA, curiga dengan nopol itu. Karena tak terdaftar sebagai identitas nopol asli kendaraan tersebut.



