”Sebagai wujud dukungan, para peneliti BRIN siap memberikan solusi untuk memperbaiki tampilan kelengkeng. Agar nanti hasil panenan petani lokal Batang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan petani kelengkeng milenial, Aditya Reza Kusuma membenarkan. Meski rasanya manis dan ukuran buah cukup besar, kelengkeng Batang masih kalah bening warna kulitnya dengan kelengkeng kualitas impor. Hal ini menjadi catatan para petani milenial karena warna kulit kelengkeng Batang cepat menghitam.
“Ini tentu kurang menarik ketika di pajang di minimarket. Alhamdulillah kami di dukung Undip, BRIN dan Indomaret yang memberi solusi mencelupkan kelengkeng usai dipanen ke zat khusus yang aman bagi buah. Ini supaya tampilannya jadi bersih dan harganya juga lebih bersaing,” terangnya. (**)



