”Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) di beberapa titik untuk mengatasi permasalahan sampah di pinggir jalan, seperti di wilayah Pasekaran, Kauman, dan sekitar RSUD,” jelasnya.
Sementara itu, Gary Bencheghib mengungkapkan, hingga hari ke-40 perjalanan, timnya telah menempuh sekitar 850 kilometer dan kini menyisakan kurang lebih 380 kilometer menuju Jakarta. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Batang serta komunitas lokal yang turut menyemarakkan kegiatan tersebut.
”Kami merasa sangat didukung di Batang. Ini memberi energi tambahan bagi kami untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga sungai,” ungkapnya.
Gary menambahkan, kampanye Run for Rivers kini telah diikuti pelari dari berbagai negara, seperti Swiss, Belgia, Argentina, Australia, dan Jepang, sebagai bentuk dukungan global terhadap pelestarian sungai di Indonesia. Meski demikian, ia menyoroti masih banyaknya persoalan sampah di sepanjang jalur Pantura yang menjadi tantangan besar dalam menjaga kebersihan lingkungan.
”Kami melihat tumpukan sampah di banyak titik, bahkan ada yang mencapai beberapa meter. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya. (**)


