Bus Tim Nyasar ke Perumahan Hingga Dikawal Warga Lokal

– Cerita Dibalik Kemenangan Persab Brebes

BREBES, smpantura – Dibalik kemenangan Persab Brebes atas lawannya Slawi United 4-0, dalam lanjutan Liga 3 Jateng, Sabtu (17/12/2022) ternyata menyimpan cerita tersendiri yang membekas bagi para pemain dan official kesebelasan ini. Sederet hambatan dihadapi rombongan bus yang membawa para pemain Laskar Jaka Poleng tersebut.

Rombongan dari Brebes bertolak ke Stadion Citarum Semarang sekitar pukul 10.00 melintasi ruas tol Brebes-Semarang. Rombongan yang terdiri dari satu bus 3/4 dan dua mobil pribadi ini, kemudian beristirahat di rest area 379A di wilayah Weleri.

Persab Brebes di hari itu, dijadwalkan akan bertanding melawan Slawi United pukul 15.00 di Stadion Citarum Semarang. Setelah selesai rehat makan siang di rest area, sekitar pukul 12.30 rombongan Persab kembali melanjutkan perjalanan.

Hambatan mulai dirasakan saat rombongan Persab masuk ruas tol Krapyak Semarang. Di ruas tol ini, rombongan terjebak macet yang mengular. Kendaraan rombongan pun terpisah, akibat terjebak macet tersebut. Hingga pukul 13.30, bus yang membawa pemain Persab ini belum juga terbebas dari kemacetan. Kendaraan merayap parah, lantaran ada kecelakaan di ruas tol Semarang. Setelah mengarah ke ruas pintu tol Gayamsari, bus Persab bisa terbebas dari kemacetan sekitar pukul 14.15.

Berharap secepatnya sampai tujuan, tetapi justru bus Laskar Jaka Poleng ini nyasar selepas keluar pintu tol Gayamsari. Meski sudah menggunakan bantuan petunjuk googlemap, bukan sampai tujuan lebih cepat, tetapi bus malah nyasar sampai ke sebuah kompleks perumahan. Parahnya lagi, di jalan kompleks perumahan ini, terdapat tenda hajatan warga. Akibatnya, kendaraan pun terhenti dan harus putar balik. Sementara para pemain terus diburu waktu kick off pertandingan. Jika sampai terlambat sampai stadion, maka Persab Brebes dianggap gugur atau kalah WO.

BACA JUGA :  Puluhan Peserta Berlaga di Lomba Tabuh Bedug Ramadhan

Di saat kondisi genting karena berkejar waktu, para official pun meminta bantuan warga sekitar untuk ditunjukan arah menuju Stadion Citarum. Beruntung, sejumlah warga yang juga keheranan ada bus masuk perumahan mau menolong dan memberikan pengawalan ekstra dengan sepeda motor.

“Tadi, kami nyasar. Bus salah ambil jalur sampai masuk kompleks perumahan. Padahal kita harus sampai stadion dalam 15 menit lagi,” tutur Agung dan Agus, official Persab Brebes.

Lantaran kebingungan, lanjut dia, pihaknya meminta bantuan warga lokal untuk mengawal. Beruntung warga bersedia memberikan pertolongan. Di sisi lain, official dan tim pelatih yang sudah sampai di stadion terus berkoordinasi, karena waktunya yang semakin mepet.

“Alhamdulilah, kami mendapat bantuan dari warga lokal yang rela mengawal memakai sepeda motor. Bahkan, mengawal layaknya polisi. Kami benar-benar berterimakasih, karena berkat bantuan ini, kami bisa sampai stadion 5 menit sebelum kick off,” sambung Takwo Heriyanto, Tim Media Persab Brebes.

Lantaran kondisi darurat, kata dia, para pemain pun harus berganti jersey di dalam bus, termasuk memakai sepatu bolanya. “Begitu sampai, pemai langsung masuk lapangan. Lantaran telat, pemain kami kehilangan waktu pemanasan. Namun perjuangan ini akhirnya bisa terbayar dengan kemenangan 4-0. Kami tidak bisa membayangkan kalau seandainya datang terlambat. Pasti ceritanya akan berbeda, dan akan menjadi pengalaman pahit Persab Brebes,” pungkas Takwo. (T07_red)

Scroll to top
error: