Dampak Banjir, Petani Bawang di Brebes Rugi Puluhan Miliar

BREBES, smpantura – Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Brebes, Sabtu (19/11/2022), tidak hanya meredam ratusan rumah warga. Namun, ratusan hektar tanaman bawang merah juga ikut terendam. Akibatnya, para petani bawang merah merugi hingga puluhan miliar, karena tanamannya gagal panen. Apalagi, bawang merah sangat rentan dari genangan banjir.

Kondisi terparah tanaman bawang merah yang terendam banjir, terjadi di Kecamatan Wanasari. Tanaman bawang merah yang tersebar di tujuh desa di kecamatan tersebut gagal panen, karena kebanjiran.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari mengatakan, banjir akibat limpasan air Sungai Pemali itu, tidak hanya menerjang penukiman penduduk, tetapi juga merendamkan lahan pertanian di 7 desa, di Kecamatan Wanasari. Yakni, di Desa Jagalempeni, Lengkong, Sisalam, Sidamulya Glonggong, Tanjungsari dan Wanasari.

“Dari 7 desa ini, totalnya ada sekitar 600 hektar yang terendam. Sekitar 60 persennya memang sudah dipanen, dan 40 persen lainnya atau sekitar 200 hektar tidak bisa dipanen karena sudah dua hari terendam banjir,” ungkapnya, Minggu (20/11/22) pagi.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Brebes Sebut Perbaikan Jalan Kretek-Kaligua Tonggak Kebangkitan Pariwisata

Dia mengungkapkan, jika tanaman bawang merah itu terendam banjir, otomatis gagal panen. Itu karena bawang merah rentan rendaman air. Jika terendam lama, umbi akan membusuk dan mati. Untuk mengantisipasi kerugian semakin besar, petani hanya bisa memanen dini tanamannya. Jika dipanen dini, hasilnya tidak maksimal dan harga jual jatuh. “Sudah bisa dipastikan, tanaman bawang yang terdampak banjir ini gagal panen. Kalau di Kecamatan Wanasari saja yang terendam banjir dan belum dipanen mencapai 200 ha, diperkirakan total kerugian yang dialami mencapai puluhan miliar,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk saat ini biaya tanam bawang merah mencapai Rp 140 juta per hektarnya. Itu karena mahalnya harga benih dan pupuk. Padahal tanaman bawang yang terendam banjir itu, usianya rata-rata sudah 50 hari atau sebentar lagi panen. Dengan biaya tanam sebesar itu, hasil panen yang diperoleh hingga Rp 200 juta. “Yang jelas, kerugian akibat dampak banjir ini bagi petani bawang merah sangat besar,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: