Disabilitas dan Warga Tak Mampu Bisa Jadi Pekerja Industri di Jateng

SEMARANG, smpantura – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggeber pelatihan tenaga kerja siap pakai untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Melalui Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Disperindag Jateng, ratusan peserta dari keluarga kurang mampu hingga penyandang disabilitas, digembleng agar bisa langsung terserap dunia industri.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung pelatihan operator garmen dan alas kaki di BIPTAK, Selasa (26/5/2026). Pada angkatan Mei 2026, sebanyak 300 peserta mengikuti pelatihan yang di dukung Baznas Jateng, PLN Jateng, dan perusahaan mitra.

“Satu angkatan kita melatih 300 orang. Anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk disabilitas, juga di latih di sini. Semuanya siap kerja di 11 perusahaan mitra,” kata Ahmad Luthfi usai berdialog dengan peserta pelatihan.

Strategi

Program pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT), sekaligus memenuhi kebutuhan industri padat karya terhadap tenaga kerja terampil. Berdasarkan data BPS, TPT Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,24 persen.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Resmikan Irigasi Pertanian, Langkah Perkuat Jawa Tengah

Menurut Ahmad Luthfi, penguatan sumber daya manusia menjadi kunci agar investasi dan industri di Jawa Tengah terus berkembang. Karena itu, pelatihan di susun sesuai kebutuhan perusahaan mitra agar peserta benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

“Di sini di latih menjahit, membuat pakaian, membuat sepatu, sampai produk jadi. Bahkan hasil pelatihan dalam seminggu sudah bisa di jual. Ini supaya anak-anak kita mampu bersaing dalam dunia kerja,” ujarnya.

Kepala Disperindag Jateng, Julu Emmylia, mengatakan, seluruh peserta mengikuti pelatihan selama 20 hari tanpa di pungut biaya. Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan fasilitas makan, penginapan, hingga antar-jemput menuju perusahaan mitra.