Sumarno memulai lomba lebih dulu sekitar pukul 05.00 dari Stadion Manahan. Selang beberapa saat, Ahmad Luthfi start bersama ribuan peserta kategori 5K dari titik yang sama. Seluruh peserta kemudian melintasi rute jalan protokol Kota Surakarta dengan garis akhir di halaman parkir Pura Mangkunegaran.
Sepanjang lintasan, peserta disambut antusias masyarakat. Unsur budaya juga tampak kuat melalui dekorasi khas di area start dan finish, mempertegas identitas Mangkunegaran sebagai pusat kebudayaan sekaligus destinasi wisata.
Ahmad Luthfi mengaku terkesan dengan atmosfer acara dan tingginya keterlibatan masyarakat.
“Ini bukan seru lagi, tapi luar biasa. Masyarakat hebat sekali. Tadi saya ambil 5K. Event seperti ini bisa sebagai motor penggerak daerah,” ujarnya.
Menurutnya, tren lari kini telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat, bukan lagi sekadar aktivitas olahraga. Karena itu, penyelenggaraan event serupa dinilai strategis untuk membangun ekosistem sehat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
“Semua olahraga yang menunjang kesehatan itu baik. Ini menunjang pariwisata dan promosi wisata wilayah kita. Secara tidak langsung, ekonomi UMKM berjalan, masyarakat sehat, dan hidup menjadi lebih bersemangat,” katanya.
Selain diikuti ribuan pelari dari dalam dan luar Jawa Tengah, ajang ini juga melibatkan panitia, pelaku UMKM, serta pedagang lokal yang memenuhi sepanjang rute dan venue acara. Kehadiran mereka turut menegaskan dampak ekonomi dari event olahraga berskala besar tersebut.
Di antara ribuan peserta, tampak Chef Arnold Poernomo yang ikut hadir untuk kali kedua.Ia tak henti-hentinya memuji suasana rute yang steril dan rapi.


