Tak sekadar berlomba, Jasmine menjadi potret wisatawan yang menggerakkan ekonomi lokal.
“Setelah finis, aku rencana mau jalan-jalan dulu di Kota Semarang. Baru Minggu malam kembali ke Jakarta,” tambahnya.
Senada dengan Jasmine, Maulana Hairul Anam (25) pelari asal Solo, mengaku telah lama mengincar ajang ini.
Baginya, lari lintas alam adalah transisi alami dari hobi mendaki gunung.
“Ini debut pertama saya di kategori 50K. Momentumnya pas di awal tahun dan setelah Lebaran, jadi semangatnya masih baru,” jelasnya.
Dengan suksesnya pelepasan ratusan pelari ultra ini, Semarang Mountain Race diharapkan terus berkembang menjadi agenda ikonik yang memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi utama wisata minat khusus di Indonesia.
Semarang Mountain Race 2026 berlangsung pada 10–12 April 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan The Wujil, Ungaran. Event ini menghadirkan lima kategori lomba, mulai dari 7K hingga 82K dengan total elevasi mencapai 5.500 meter lebih, melintasi jalur menantang di kawasan Gunung Ungaran.
Ajang ini juga telah terafiliasi dengan International Trail Running Association (ITRA), sehingga peserta yang berhasil finis berpeluang memperoleh poin untuk kualifikasi lomba lari tingkat internasional.(*)


