Fasilitas Olahraga Jadi Ajang Kreasi Seniman Mural di Brebes

BREBES, smpantura – Menyalurkan bakat seni ternyata bisa dilakukan dimana saja. Di Kabupaten Brebes misalnya, sebuah gedung olahraga menjadi media seniman mural dalam menyalurkan jiwa seninya.

Hal ini dilakukan Gus Bill, seniman mural asal Kota Bawang. Bertepatan dengan moment pergantian tahun, seniman ini menyulap Gedung Olahraga (GOR) Mandalawangi Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menjadi penuh warna dengan corak khas dominan karakter matahati. Seluruh dinding GOR itu menjadi media seni mural, hingga terlihat unik.

Ide menyulap GOR desa Kamal itu, diinisiasi para pemuda desa yang masuk dalam kepengurusan BUMDes Mekar Saluyu Desa Kamal. Dimana, salah satu program kerjanya adalah peremajaan penampilan gedung yang akan difungsikan pusat olahraga dan pusat pertemuan warga desa.

Ketua BUMDes Mekar Saluyu Desa Kamal Supriyanto mengaku, ide ini muncul karena seringnya melihat di berbagai kota – kota besar, setiap bangunan sudut – sudut kota akan menjadi hidup ketika diberikan sentuhan seni lukis mural yang beraneka ragam. Sehingga dapat memudahkan orang yang singgah untuk terus mengingat keindahannya. Bahkan, bisa menjadi ikon suatu tempat dengan penampilan yang beda.

BACA JUGA :  Sekolah Terendam Banjir, Ratusan Siswa SMP di Brebes Terpaksa Belajar di Rumah

“Dari ide ini, kami menggandeng Gus Bill sebagi seniman mural di Brebes, untuk mewujudkannya. Alhamdulilah, mas Gus Bill merespon positif,” ujarnya.

Diharapakan, lanjut dia, dengan tampilan GOR desa yang berbeda, bisa menjadi daya tarik positif bagi semua masyarakat luar desa yang berkunjung. “Muaranya berimbas bisa mengangkat segala potensi besar yang ada di desa ini nantinya,” sambungnya.

Sementara itu, Seniman Mural Brebes, Gus Bill mengatakan, pihaknya menyatakan sanggup untuk melakukan pembuatan mural di desa tersebut awalnya merasa tertantang membuat karya di media dinding besar, dan ini malah ditawari gedung olahraga yang justru membangkitkan gairah kreatifitasnya. Dari tantangan itu, pihaknya tidak melihat profit, tapi lebih kepada niat membantu pengurus BUMdes. “Saya juga ingin membuat jejak karya di pelosok desa. Sehingga tantangan ini saya terima, dan Alhamdulilah bisa selesai,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: