Ganjar Sambangi Petani Bawang dan Cek Hasil Bedah Rumah di Brebes

BREBES, smpantura – Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, melakukan kujungan kerja ke Kabupaten Brebes, Rabu (2/11). Dalam kunjungannya ini, Ganjar menyambangi para petani bawang merah. Tak hanya itu, Ganjar juga melihat hasil bedah rumah yang bersumber dari bantuan provinsi.

Kali pertama, Ganjar melihat hasil bedah rumah milik Tahuri, warga Desa Temukerep, Kecamatan Larangan, Brebes. Saat bincang-bincang dengan pemilik rumah Ganjar kaget karena rumah yang dibangun besar, sehingga tidak bisa selesai dengan bantuan dana Rp 10 juta, yanh hanya diperuntukkan bagi rumah sangat sedehana sekali (SSS).

“Karena dibangunnya segede (sebesar-red) ini jadinya tidak selesai. Lantai masih tanah dan karena lantainya masih tanah, nanti akan dibantu untuk pembuatan lantai,” kata Ganjar saat berdialog dengan pemilik rumah.

Usai itu, Gubernur Jateng ini, menyapa petani bawang merah di Desa Glonggong, Kecamatan Wanasari. Saat berdialog dengan Gubernur, para petani mengeluhkan kondisi hasil panen yang dianggap tidak memuaskan. Mereka meminta Gubernur untuk memperbaiki tanggul Sungai Pemali, karena saat meluap airnya kerap membanjiri areal tanaman bawang. Selain itu, petani juga pupuk yang harganya mahal dan sulit mendapatkannya.

BACA JUGA :  Wagub Taj Yasin Maimoen Apresiasi Kejurprov Junior Panahan Jawa Tengah

Suwirto, salah seorang petani bawang mengaku, tanaman saat ini kurang bagus, bahkan hampir semua tanaman roboh dan kualitas umbinya jelek
Itu membuat hasil panen tidak maksimal karena ukurannya kecil tidak sesuai harapan. Keadaan itu akibat air Sungai Pemali saat meluap kerap membanjiri areal tanaman bawang. Sementara bawang merah sangat rentan terendam air. “Kami meminta agar Sungai Pemali bisa dibuatkan tanggul yang lebih baik, sehingga air tidak masuk membanjiri area persawahan,” ungkapnya.

Selaim itu, lanjut dia, petani di wilayahnya saat ini mengeluhkan pupuk. Di samping harganya mahal, juga sulit didapat. Padahal pupuk menjadi faktor penentu kualitas hasil panen. “Sekarang selain malah, kamo juga kesulitan mendapatkan pupuk,” sambungnya.

Menanggapi keluhan terkait tanggul Sungai Pemali, Ganjar Pranowo meminta para petani mengajukan ke pemerintah kabupaten. “Sudah diajukan belum usulan tanggul? Monggo langsung ke wakil bupati,” katanya sambil menunjuk ke arah Wakil Bupati Brebes, Narjo yang mendampingi kegiatan tersebut.

Untuk persoalan pupuk, lanjut dia, pihaknya meminta agar para petani membiasakan menggunakan pupuk organik. (T07_Red)

Scroll to top
error: