Saat bersamaan, Pemerintah Provinsi Jateng mengirim bantuan ke Kota Surakarta. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, menyampaikan, bantuan yang dikirim berupa kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan para korban selama masa penanganan bencana. Hal itu dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak banjir, agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji sebanyak 100 paket senilai Rp 7.603.500, lauk pauk siap saji 100 paket senilai Rp 3.979.300, tenda keluarga 3 unit senilai Rp 18.301.680, kasur 30 lembar senilai Rp 12.121.200, tenda gulung 30 lembar senilai Rp 7.009.650, selimut 50 lembar senilai Rp 4.884.950, family kit 40 paket senilai Rp 16.632.240, serta kids ware 24 paket senilai Rp 11.304.000. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 81.836.520.
“Kami pastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat terdampak. Semua kebutuhan darurat tercukupi,” terangnya.
Pemprov Jawa Tengah memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap menambah bantuan apabila diperlukan, seiring upaya pemulihan bagi warga terdampak banjir di Surakarta.
“Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait dengan kondisi di lokasi bencana,” tandasnya.
Diketahui, bencana banjir melanda di tiga kecamatan di Surakarta. Antara lain Kecamatan Laweyan, Pasar Kliwon dan Serengan. Banjir tersebut diakibatkan luapan Kali Jenes. (**)


