Brebes  

Gubernur Luthfi: Petani Jangan Khawatir Bawang Merah Brebes Tetap Diburu Negara Lain

Menurut Ahmad Luthfi, tantangan sektor pertanian tahun ini adalah ancaman musim kemarau panjang. Karena itu, pemerintah daerah di minta segera memetakan wilayah rawan kekeringan dan menyiapkan intervensi seperti pompanisasi maupun pembangunan sumur dan embung.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Luthfi juga meresmikan dua embung sebagai upaya menjaga produktivitas pertanian di Brebes.

“Itu agar produktivitas pangan tetap terjaga dan Jawa Tengah bisa mempertahankan kontribusi 15 persen padi nasional, kalau perlu jadi nomor satu di Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyebut kontribusi Brebes terhadap produksi bawang merah Jawa Tengah mencapai sekitar 60 persen. Sedangkan untuk tingkat nasional, kontribusinya mencapai sekitar 20 persen sehingga Brebes disebut sebagai barometer bawang merah Indonesia.

“Bawang merah kami tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional tapi juga sudah menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura,” katanya.

BACA JUGA :  Pemkab Brebes Lelang Satu Jabatan Kepala Dinas

Produksi padi Brebes pada 2025 juga tercatat menembus lebih dari 600 ribu ton. Pemerintah Kabupaten Brebes pun menyatakan siap mempertahankan posisi sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah.

Di sisi lain, Pemkab Brebes telah menerbitkan surat edaran larangan peredaran bawang bombai mini untuk melindungi bawang merah lokal dari gempuran produk impor.

Kebijakan tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 015/Kpts/S.130/D/12/R2017 yang mengatur standar bawang bombai impor. Dalam aturan itu ditegaskan bahwa bawang bombai dengan diameter kurang dari lima sentimeter dilarang diperjualbelikan di wilayah Kabupaten Brebes, mulai pasar induk hingga pasar kecamatan di 17 wilayah setempat. (*)