”Secara global, perusahaan tersebut menguasai sekitar 10 persen pangsa pasar dunia dan 30 persen pasar Amerika Serikat. Dengan nilai ritel mencapai lebih dari 7 miliar dollar AS,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia Kim Jung Shik menyebut, Indonesia sebagai lokasi strategis untuk pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan di kawasan Asia.
”Kami melihat Indonesia sebagai salah satu basis produksi masa depan di Asia. KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan. Mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” ujarnya.
Kim menjelaskan, pembangunan pabrik di jadwalkan dimulai dalam dua bulan ke depan dengan target penyelesaian konstruksi pada Juli 2026. Selanjutnya, operasional produksi di rencanakan berjalan secara bertahap mulai Juli 2027.
”Selain memperluas jaringan produksi global perusahaan, investasi tersebut di harapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Dengan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas industri, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya. (H56)


