Berdasarkan data Pemprov Jateng, pada 2026 telah di ajukan dukungan pendanaan melalui program IJD kepada Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 46,6 miliar untuk percepatan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu.
Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh jajarannya merespons cepat setiap keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur. Terutama yang telah menjadi perhatian publik.
“Kita lihat masalah sosial ini secara komprehensif. Tidak boleh kaku, harus luwes, dan tahu lapangan. Kalau tidak, maka benturannya kepentingan publik,” tegas Luthfi.
Evaluasi
Menurutnya, berbagai keluhan yang viral di media sosial harus menjadi bahan evaluasi. Agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Luthfi juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan. dan meminta agar penanganan tidak di lakukan secara asal-asalan. Tidak sekadar tambal sulam.
“Jangan asal-asalan. Harus di kerjakan secara profesional,” katanya.
Ia meminta ruas jalan dengan tingkat kerusakan berat mendapat prioritas penanganan.
“Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya,” lanjutnya.
Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Luthfi meminta seluruh jajaran mengawal secara serius usulan bantuan pemerintah pusat melalui kementerian maupun DPR RI. Agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi.
Pemprov Jateng menyampaikan terima kasih atas seluruh kritik dan masukan yang konstruktif dari masyarakat. Masukan ini jadi bagian penting dari kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat. Yaitu dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang makin baik di berbagai sektor. Tidak hanya infrastruktur tetapi juga sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. (**)



