“Transformasi pendidikan tidak bisa berjalan parsial. Dibutuhkan partisipasi aktif dari berbagai pihak untuk mencapai hasil yang maksimal,” jelas Toni.
Di sisi lain, Tanoto Foundation menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan pembelajaran melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar dan melibatkan 1.500 guru kelas awal di enam daerah tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan, literasi dan numerasi menjadi tantangan utama pendidikan nasional.
“Literasi dan numerasi adalah dua tantangan paling serius dalam wajah pendidikan Indonesia saat ini,” tegasnya.
Program kolaborasi ini direncanakan berlangsung hingga tahun 2029. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi model praktik baik (best practice) yang nantinya bisa direplikasi secara luas di berbagai daerah lain di Indonesia. (**)


