Kasus Suspek Campak Meningkat, Jateng Perkuat Imunisasi dan Deteksi Dini

“Capaian vaksinasi terus kita tingkatkan agar penyebaran tidak meluas,” katanya.

Gejala Campak

Di jelaskan, selain percepatan imunisasi, masyarakat juga di imbau untuk lebih waspada terhadap gejala campak, seperti demam dan munculnya ruam merah pada kulit. Jika gejala tersebut muncul, warga di minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Pencegahan harus masif, di sertai pola hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi,” tambahnya.

Untuk mempercepat cakupan imunisasi, Pemprov Jateng juga mengintegrasikan program ini dengan layanan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau hingga pelosok desa.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan, mayoritas kasus suspek campak di temukan pada anak-anak, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa dengan imunitas rendah.

BACA JUGA :  Temui Dubes Singapura, Ahmad Luthfi Dorong Pengembangan Pelabuhan di Jawa Tengah.

“Pencegahan utama adalah imunisasi. Selain itu, jika sakit sebaiknya menggunakan masker, melakukan isolasi, dan menjaga jarak,” ujarnya.

Hal senada di sampaikan Irma Makiah dari Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jateng, yang menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.

Di sisi lain, dukungan masyarakat terhadap program imunisasi juga terus menguat. Salah satu warga Klaten, Kiki Kumala, menyebut imunisasi campak sangat penting bagi perlindungan anak, terutama di tengah meningkatnya kasus.

“Ini imunisasi kedua untuk anak saya. Program seperti ini sangat membantu karena gratis. Harapannya kesehatan anak-anak ke depan semakin baik,” ujarnya.

Dengan langkah terpadu antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Jawa Tengah berharap penyebaran campak dapat segera dikendalikan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. (**)