”Kerja sama ini akan membawa dampak positif, baik dari sisi budaya maupun ekonomi. Perbedaan budaya justru bisa menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi bersama,” ujar Suyono.
Ia menegaskan, konsep Sister City antara Batang dan Zhijiang diarahkan pada kolaborasi yang konkret dan saling menguntungkan.
Di katakan, ini bukan sekadar kerja sama simbolik, tetapi kolaborasi yang menghasilkan nilai ekonomi untuk kemajuan masing-masing daerah. Terkait tenaga kerja, Suyono memastikan pemerintah tetap mengacu pada regulasi daerah yang berlaku, termasuk dalam penentuan porsi tenaga kerja lokal dan asing.
”Yang terpenting, semua tetap sesuai aturan daerah. Target 70 persen tenaga kerja lokal itu realistis dan bisa tercapai,” tegasnya. (**)


