Brebes  

Kisah Dua ASN Non Muslim Jadi Petugas Bus Pemulangan Haji Asal Brebes

“Mungkin karena sudah lansia mungkin tidak lupa busnya di mana. Inilah yang kita lakukan mencari agar jamaah tidak ada yang ketinggalan. Jadi, ini pengalaman yang asik dan seru selama perjalanan,” ucapnya.

Sementara, Asriani Puspita Dewi ditemui di lingkungan Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Brebes mengaku, pengalaman di tunjuk jadi petugas bus dalam kepulangan jamaah haji ini merupakan yang pertama kalinya.

“Ini pertama kalinya saya di libatkan menjadi petugas bus dalam kepulangan jamaah haji. Tentunya beberapa persiapan saya lakukan dalam menjadi petugas ini,” ujarnya Rabu 3 Juni 2026 lalu.

Lebih lanjut dia menuturkan, senang bisa berangkat ke Solo dalam menjadi petugas bus. Sebab, untuk jadwal keberangkatan rombongannya itu mendapat jadwal pada Sabtu 6 Juni 2026.

“Selama ikut Temu Teknis pemandu bus penjemputan jamaah haji Brebes 2026 berjalan baik. Selama menjadi petugas nanti di harapkan bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” dua mengungkapkan.

BACA JUGA :  19.154 Pemilih Pemula di Brebes Belum Perekaman E-KTP

Plt Kepala Kantor Kementerian Jamaah Haji dan Umroh (Kemenhaj) Brebes Akhmad Nizam Baequni mengatakan, jika selama perjalanan kepulangan jamaah haji berjalan dengan lancar. Meski ada ASN non musim yang ikut menjadi petugas pemulangan jamaah haji, keduanya sangat di terima dengan baik.

“Selama menjadi petugas bus, keduanya alhamdulillah di terima dengan baik oleh para jamaah haji,” ungkapnya.

Sebelum di berangkatkan ke asrama haji Donohudan Solo, lanjut dia, pihaknya memastikan dan memperkenalkan kedua ASN tersebut. Hal ini di lakukan untuk memberikan penjelasan terkait dengan petugas pemandu bus yang nantinya bakal di isi oleh petugas yang beragama Kristen Protestan dan Buddha.