BREBES, smpantura – Dibalik hiruk pikuk kesibukan pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Brebes, ada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) non muslim yang di libatkan menjadi petugas bus dalam penjemputan jamaah haji di Donohudan, Solo. Keduanya bertugas sebagai pemandu bus selama perjalanan pulang para jamaah haji dari Solo ke Brebes.
Mereka adalah Asriani Puspita Dewi Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) berstatus PNS dan Giarto
2026 Penyuluh Agama Budha Kemenag Brebes. Keduanya berdinas di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Brebes.
Penyuluh Agama Budha Kemenag Brebes Giarto menuturkan, ini menjadi pengalaman perdananya. Sebelum pemberangkatan, ia mengaku telah mengikuti sejumlah pembekalan yang di selenggarakan oleh instansi terkait. Pengalaman yang di dapat itu bisa menjadikan pengalaman yang tak terlupakan.
“Waduh, pengalamannya saya jadi tahu ya. Bagaimana pemerintah itu menyelenggarakan haji,” ujarnya.
Menurut dia, sebelum ikut jadi petugas bus rombongan haji ia hanya bisa melihat di media sosial terkait penyelenggaraan haji. Namun, tahun ini ia ikut menjadi salah satu bagian petugas haji di bagian penjemputan jamaah asal Brebes di Solo.
“Terkadang di media sosial itu banyak yang menyemooh kurang maksimal pelayanannya. Tapi setelah ikut dalam bagian ini ternyata di lapangan itu memang kesabaran itu harus di tingkatkan. Karena dalam hal ini ada jamaah dengan beberapa karakternya,” ucapnya.
Pengalaman
Ia menceritakan, pengalamannya saat menjadi petugas bus ketika berada di rest area perjalanan. Dirinya harus memastikan para jamaah tidak ada yang ketinggalan saat hendak berangkat kembali.



