Wakil Bupati Brebes, Wurja mengatakan, pembangunan generasi emas harus dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizi anak. Tubuh yang sehat akan melahirkan semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak kita tumbuh dengan gizi yang cukup. Karena dari tubuh yang sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang yang kuat. Di saat yang sama, kita hidup di era digital sehingga peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan anak-anak aman dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Wurja.
Wurja mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital yang menghadirkan pendekatan budaya melalui pergelaran wayang golek santri sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat. Pendekatan budaya membuat pesan-pesan pembangunan lebih dekat, membumi dan mudah diterima oleh masyarakat. (**)



