Komisi III DPRD Brebes Sidak ke Pabrik Ayam, Ini Hasilnya 

BREBES, smpantura – Komisi III DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik penetasan ayam milik PT Charoen Pokphand, di Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (12/6/24) lalu. Sidak dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Brebes Tobidin, dan diikuti sejumlah anggotanya.

Bahkan, sidak juga diikuti perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes. Wakil Ketua Komisi III DPRD Brebes, Tobidin mengatakan, pihaknya sidak ke pabrik ini, untuk melaksanakan fungsi pengawasan sebagai legislatif, terhadap keberadaan pabrik yang telah beroperasi di Brebes. Sejumlah hal perlu cross cek langsung ke pabrik, sehingga jelas.

“Kami perlu cek and balance ke PT Charoen Pokphand ini, terkait amdal, kontribusi terhadap masyarakat setempat, dan upah pekerja,” katanya, Sabtu (15/6/2024).

Dari hasil sidak, ungkap dia, pabrik itu ternyata telah memenuhi persyaratan, baik perizinan hingga analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal). Tak hanya itu, terkait hak-hak karyawan, juga sudah sesuai aturan yang berlaku. “Soal gaji dan hak karyawan ini, saya temui langsung para karyawannya. Ternyata, sudah sesuai aturan. Bahkan, karyawan perempuan juga mendapat hak cuti hamil,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pasangan Pengantin Dijemput Mobil Dinas G 1 G Saat Peresmian Balai Nikah MPP Brebes

Dia berharap, pabrik itu bisa berkembang, dan memperluas investasinya di Brebes selatan. Sehingga bisa memberdayakan warga lokal, serta mampu membuka lapangan pekerjaan

Sementara itu, Sekretaris DLHPS Kabupaten Brebes, Fajar Adi Nugroho mengatakan, PT Charoen Pokphand di ruas jalan Banjarharjo – Cikakak itu, setiap 6 bulan melaporkan terkait ketentuan Amdal-nya, sepertu hasil uji air. “Kami selalu melakukan pengawasan setiap enam bulan sekali. Pabrik ini juga rutin melaporkan soal amdal ke kami. Untuk itu, kami mengapresiasinya, dan kalau tidak, kami akan menjatuhkan saksi,” tandasnya.

PJA Charoen Pokphand Banjarharjo, Sugiyanto mengatakan, pabriknya berdiri di Kecamatan Banjarharjo sejak tahun 2013 lalu. Hingga saat ini telah memiliki 125 pekerja, yang mayoritas warga lokal. “Sudah sejak 2013 pabrik ini berdiri. Untuk perizinan, kami setiap enam bulan melaporkan soal lingkungan ke dinas terkait,” pungkasnya. (T07_red)

Scroll to top
error: