Latihan Kerja di Kota Tegal, Taruna Akpol Diimbau Dekati Masyarakat

TEGAL, smpantura – Sebanyak 15 Taruna Akpol Tingkat I Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita melaksanakan latihan kerja (Latja) di Polres Tegal Kota selama 14 hari. Merekapun diminta selalu mendekati masyarakat, khususnya saat praktik fungsi pembinaan masyarakat (Binmas).

Menurut Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas, pendekatan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bila dapat berhasil menyatu dan dekat dengan masyarakat, maka upaya menjalankan tugas sosialisasi dan imbauan Kamtibmas atau hal-hal lainnya, akan mendapat respon positif.

“Bagaimana para taruna taruni Akpol ini melaksanakan latja di lapangan, seluruhnya akan dinilai melalui perwira pendamping. Tapi yang lebih penting adalah, bagaimana mereka ini dapat berempati dengan masyarakat, dan bersikap humanis,” terang Kapolres didampingi Kasat Binmas, AKP Rekso Pranoto.

Selama di Kota Bahari, taruna taruni tersebut, selain praktik lapangan fungsi Binmas, juga fungsi Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) dan fungsi Satuan Samapta. Mereka akan didampingi sejumlah personel Polres Tegal Kota dan perwira pendamping dari masing-masing kesatuan.

Untuk kegiatan lapangan di hari pertama, adalah menjalankan praktik fungsi Sat Binmas. Agar lebih efisien dan taktis dalam mempraktikkan ilmunya, mereka diajak langsung untuk menyambangi sejumlah kantor kelurahan. Antara lain, di Kelurahan Kraton, Kejambon dan Mangkukusuman.

BACA JUGA :  Dapat Rekomendasi, Rizki Aljupri Siap Maju di Pilkada Kota Bahari

Imbauan Kamtibmas

Sesuai dengan fungsi Binmas, taruna akpol langsung diajak untuk mempraktikkan kegiatan kepolisian seperti sosialisasi dan imbauan tentang Kamtibmas. Hal sama juga dilakukan saat mengunjungi objek wisata pantai, di Pantai Alam Indah (PAI). Penyuluhan singkat, ringan dan santai dilakukan kepada pengunjung lokasi wisata tersebut.

Kasat Binmas, AKP Rekso Pranoto mengatakan, taruna Akpol yang melaksanakan Latja, agar benar-benar memperhatikan arahan perwira pendampingnya. Sebab, praktik binmas akan menjadi penting setelah mereka dilantik menjadi personel Polri dan melaksanakan tugas sehari-hari, khususnya di bidang Binmas. Personel Polri harus mampu menjadi konsultan di lingkungan masyarakat.

“Dalam kesempatan ini para Taruna latja, harus dapat mengaplikasikan bagaimana cara bersosialisasi. Untuk menyampaikan informasi dan mengetahui dinamika yang ada di masyarakat dengan berbagai macam persoalannya,” tandasnya.

Hasil maksimal, sesuai arahan dari perwira pendamping yang dapat dipraktikkan taruna itu, menjadi bekal penting kelak di kemudian hari. Yakni, saat begitu resmi menjadi anggota Polri, harus sudah siap bertugas pada semua fungsi Kepolisian. Karena sudah memiliki bekal dasar mengenai tugas-tugas yang akan mereka laksanakan. (T02_red)

Scroll to top
error: