Merbabu Skyrace 2026 Sukses dan Diikuti Pelari dari 14 Negara

Ia mengaku prihatin dengan kondisi lingkungan saat ini. Di mana dampak kerusakan lingkungan sangat besar. Maka perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap lingkungan dan alam.

“Inilah salah satu upaya kita untuk mengajak masyarakat, mari kita cintai alam dan lingkungan. Salah satunya adalah Gunung Merbabu,” katanya.

Edisi Empat

Race Director Merbabu Skyrace, Sri Agus Budi Santoso, mengatakan, tahun ini adalah edisi keempat Merbabu Skyrace. Pembeda Merbabu Skyrace dengan event-event trail run lain yang sudah eksis adalah adanya afiliasi dengan International Skyrunning Federation. Artinya, tidak hanya dengan International Trail Running Association (ITRA) dan Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB).

Selain itu, Merbabu Skyrace juga menawarkan berlari melintasi keindahan dari Gunung Merbabu dan hamparan savananya, juga kearifan lokal dari Thekelan dan Desa Batur. Rute lari juga melewati hampir semua jalur pendakian di Gunung Merbabu.

“Merbabu Skyrace karena punya ikonnya naik (Gunung) Merbabu dan capaian ketinggian atau elevasinya tinggi. Jadi itu yang kita dorong menjadi sesuatu yang unik dan spesial di bandingkan dengan event lain,” katanya.

BACA JUGA :  Jateng Dilirik Selandia Baru untuk Energi Hijau dan Peternakan

Ia menambahkan, jumlah pelari tahun ini meningkat signifikan dari tahun 2025. Tahun 2026 ini hampir 2.700 peserta Dimana sebagian besar atau paling banyak ada pada kategori 20K dengan total sekitar 1.200 pelari.

“Harapan kami ke depan, ini menjadi event yang selalu di nanti, menjadi event yang memang di tunggu-tunggu,” ujarnya

Lebih lanjut, dengan banyaknya peserta yang terlibat itu di harapkan Merbabu Skyrace memberikan dampak sosial yang dapat di rasakan langsung oleh masyarakat di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan. Sejak gelaran Merbabu Skyrace pertama sekitar tahun 2023, dampak yang sudah di rasakan salah satunya adalah nama Thekelan yang semakin di kenal masyarakat hingga tingkat internasional.